Audit, Audit Forensik

Fraud Tidak Terjadi Seketika, Tapi Tumbuh dari Celah Sistem Berkepanjangan

Fraud Tidak Terjadi Seketika, Tapi Tumbuh dari Celah Sistem | Dalam banyak kasus bisnis, fraud jarang muncul sebagai kejadian besar yang terjadi secara tiba-tiba. Penyimpangan biasanya dimulai dari hal kecil, sering kali terlihat sepele, dan berlangsung dalam waktu lama tanpa disadari. Ketika akhirnya terungkap, kerugian yang ditimbulkan sudah jauh lebih besar dari yang dibayangkan. Pola ini menunjukkan bahwa fraud bukan semata persoalan individu, tetapi juga cerminan dari sistem yang memiliki celah.

Dalam praktik pendampingan bisnis, MAB Advisory sering menemui perusahaan yang baru menyadari adanya fraud setelah dampaknya terasa signifikan. Bukan karena perusahaan tersebut tidak memiliki sistem, melainkan karena sistem yang ada tidak berjalan secara utuh. Prosedur mungkin sudah tertulis, laporan rutin disusun, namun pengawasan dan pengujian ulang tidak dilakukan secara konsisten. Jika Anda salah satu yang merasakan kejanggalan itu di perusahaan Anda, HUBUNGI KAMI untuk konsultasi melalui 0877 9419 2444.

Bagaimana Fraud Biasanya Bermula

Fraud hampir selalu dimulai dari ruang yang tidak diawasi dengan baik. Celah ini bisa berupa proses yang terlalu longgar, akses yang terlalu luas, atau kebiasaan lama yang tidak pernah dievaluasi ulang. Pada tahap awal, penyimpangan sering kali dibenarkan dengan alasan kecil, seperti keterbatasan waktu, kepercayaan pada individu tertentu, atau anggapan bahwa nilainya belum signifikan.

Namun, ketika celah tersebut dibiarkan, penyimpangan cenderung berkembang. Frekuensinya meningkat, nilainya membesar, dan pola manipulasi menjadi semakin kompleks.

Celah Sistem yang Paling Sering Dimanfaatkan

Beberapa celah sistem yang kerap menjadi pintu masuk fraud antara lain:

  • Tidak adanya pemisahan tugas yang jelas
  • Proses persetujuan yang bersifat formalitas
  • Minimnya review independen terhadap laporan
  • Akses sistem yang tidak dibatasi sesuai fungsi
  • Penyesuaian angka yang terlalu sering tanpa penjelasan memadai

Celah-celah ini sering dianggap sebagai bagian dari “fleksibilitas operasional”, padahal di sisi lain membuka peluang penyalahgunaan.

Terdapat Bias dalam Organisasi

Salah satu faktor terbesar yang membuat fraud tumbuh adalah bias. Dalam banyak perusahaan, ada individu yang sudah lama bekerja, dianggap loyal, dan dipercaya penuh oleh manajemen. Kepercayaan ini sering kali membuat proses pengawasan menjadi longgar atau bahkan diabaikan.

Hal ini bukan berarti kepercayaan itu salah, tetapi tanpa sistem kontrol yang memadai, kepercayaan dapat berubah menjadi risiko. Sistem yang sehat seharusnya tetap mampu mengawasi proses, siapa pun orang yang menjalankannya.

Mengapa Fraud Sulit Terdeteksi Sejak Awal

Fraud yang tumbuh dari celah sistem jarang terdeteksi karena sering kali tersamarkan oleh rutinitas. Angka masih terlihat masuk akal, laporan tetap disusun tepat waktu, dan tidak ada konflik terbuka. Selain itu, banyak perusahaan hanya melihat laporan secara agregat tanpa melakukan analisis pola atau perbandingan lintas periode.

Tanpa alat dan pendekatan yang tepat, indikasi awal fraud sering kali dianggap sebagai kesalahan administratif biasa atau fluktuasi bisnis.

Dampak Fraud terhadap Bisnis

Fraud yang dibiarkan tumbuh tidak hanya menimbulkan kerugian finansial. Dampaknya juga mencakup:

  • Menurunnya kepercayaan internal
  • Gangguan pada pengambilan keputusan manajemen
  • Risiko hukum dan reputasi
  • Melemahnya sistem pengendalian perusahaan

Kerugian ini sering kali jauh lebih besar dibandingkan biaya pencegahan dan penguatan sistem sejak awal.

Peran MAB Advisory dalam Membaca Celah Sistem

Melalui pendekatan audit internal dan audit forensik, MAB Advisory membantu perusahaan melihat di mana celah sistem muncul, bagaimana celah tersebut dimanfaatkan, dan apa yang perlu diperbaiki agar risiko serupa tidak terulang.

Audit yang dilakukan secara tepat membantu perusahaan melihat lebih dari sekadar angka akhir. Audit internal berperan menjaga kepatuhan dan keteraturan proses, sementara audit forensik berperan ketika ada indikasi bahwa celah sistem telah dimanfaatkan secara sengaja.

Audit forensik menelusuri transaksi satu per satu, menghubungkan data lintas sistem, dan menyusun kembali kronologi kejadian. Dengan pendekatan ini, fraud yang sebelumnya tersembunyi dapat diidentifikasi secara objektif dan berbasis bukti.

Anda bingung harus memulai darimana dan membutuhkan solusi konkret ? Hubungi kami Dan tim kami akan segera membantu Anda

MAB Consulting saat ini memiliki beberapa kantor yang siap melayani Anda di Surabaya. Berikut alamat kantor kami:

PT. Mitra Akselerasi Bersama – 0877 9419 2444

  • Office 1: Jl. Taman Cokroaminoto no 4 RT / RW 001 / 008, Kelurahan Dr. Soetomo, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya 60264.
  • Office 2: Regus – Pakuwon Center, Jl. Embong Malang no 1 – 5, lantai 23, Tegalsari, Kota Surabaya.
  • Office 3: Perumahan Citraland Quenstown Blok Q1 No. 56, Sambikerep, Surabaya 60216.
  • NEW ! Office 4 : Gedung Japfa Indoland Tower 1, lt. 4 R. 410 Jl. Basuki Rachmat No. 129 – 137 Surabaya

Mencegah fraud bukan hanya soal menambah aturan, tetapi membangun sistem yang seimbang antara kepercayaan dan kontrol. Evaluasi proses secara berkala, pembagian tugas yang jelas, serta audit yang dilakukan secara independen menjadi bagian penting dari upaya ini.

Perusahaan yang mampu menutup celah sistem sejak dini akan lebih siap menghadapi risiko dan menjaga keberlanjutan usahanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *